| HACKED BY Türk Siber Konseyi |

 








Zincirleme - UninVited - RotBay -Team Star - KazIrgan - Ritimsiz - Ghostman - Skuartz - Ulubeyli - Punisher - k0ray t3z - Rafeal!!!You Have Been Hacked!!!Siber Alemin BOZKURTLARI!!!
--

Kita Juga Bisa, InsyaAllah

Gagasan membangun dan memperkuat maritim, bagus. Libatin masyarakat aja. Patungan Maritim. Jadi murah. Jangan dari utang luar negeri.

Dari Sabang sampai dengan Merauke, kita, masyarakat, bangun industri maritimnya. Mulai dari pelabuhan, kapal laut kecil, sedang, dan besar, kargo laut dan sungai, dan lain-lain

A sampai dengan Z, di industri maritim, termasuk industri kapal selam, dan wisatanya, jika tidak dikorupsi, 50 triliun rupiah sangat cukup. Itu udah meliputi semua laut.

50 triliun itu ga banyak. Taro dah pembangunan selama 5 tahun. Terus 50juta masyarakat middle tanah air diajak patungan. Uenteng buenner. Rp16.700,00 saja/bulan.

Jadi, ga usah jual Papua dan lain-lain daerah nanti-nanti untuk membangun apa aja di Republik ini. Pemodalnya rakyat aja. Pasti tulusnya. Pasti ikhlasnya.

1 triliun dah bisa bikin sendiri 4–5 kapal selam. Dengan daya selam sampe 60 meter. Dan ga perlu juga kedalaman 60 meter. Cukup yang 30 meter aja.

 

 


Yusuf Mansur Pernah dengar ikan paus terdampar? Di Sumbar dan DIY? Bukan jalur Paus. Kok paus nyasar? Katanya ada kejahatan laut internasional.

Ada kapal-kapal selam asing yang masuk ilegal. Dan kita emang ga punya cukup modal untuk ngalangin, bahkan sekadar tau.

Kapal-kapal selam itu ganggu frekuensi navigasi paus yang seharusnya cerdas dan perfect. Buat sebagian yang paham, katanya terdamparnya paus, sebuah tanda.

Pembangunan infrastruktur maritim, sebab itungannya dari enol, paling tidak, 1 periode Pak Jokowi, baru selesai doangan. Belom menikmati.

 


Tapi it’s oke. Tar dilanjutkan lagi sama presiden siapaaaa gitu di 2019 kalau beliau ga lanjut. 5 tahun pertama ini geber-geberan semua infrastruktur.

Nah karena struktur permodalan dah dari dalam sendiri, ga pake asing, maka masyarakat patungannya sekalian aja di industry-industri dan bidang-bidang lain.

Di bidang telekomunikasi misalnya. Termasuk pembuatan atau pembelian satelit. Apa aja kalo patungan, murah sekali. Asli murah.

Kalo perlu, masyarakat dipimpin untuk melakukan aksi korporasi. Perusahaan-perusahaan asing yang besar-besar, dibeli aja sama masyarakat. Beres dah.

Sisain dah dikit, buat asing. Agar ikut menikmati kue Indonesia. Jual beli murni aja. Ga usah pake kekerasan.

 

 

 

Fesbuk, Google, iPhone, Samsung, sampe ke industri transportasi darat dan udara, dan lain-lain, pimpin masyarakat untuk patungan, ikut beli saham.

Istilahnya, biar aja mereka masuk sini. Masuk ke Indonesia. Jualan di Indonesia. Tapi perusahaan di negeri asalnya sana, punya masyarakat kita.

Selamat bekerja Pak Jokowi. Mudah-mudahan kabinet yang dipilih dan dibentuk, bisa mewakili citra kerja keras, bersih, dan profesional.

Yusuf MansurKami-kami nunggu nih… diajak patungan, he he he. Siapa tau malah kelebihan dana. Tar Paman Sam boleh pinjem daaah. Jangan kita mulu yang minjem.

Sekali-kali mimpinya digedein. Jangan beli boeing, tapi beli pabriknya aja sekalian. Bisa kok. Bandara Jakarta 50 juta penumpang/tahun. Masa ga bisa beli?

Patungan. Apa aja jadi kecil. Duit kecil, rame-rame beli barang besar. Orang-orang kecil, se-Indonesia, ngumpul, bisa ngalah-ngalahin bangsa dan negara-negara besar.

Yusuf MansurUdah ah. belom mandi, he he he. Nganter anak sekolah, sambil natap nasib anak bangsa ke depan… untuk mereka kita berjuang.

 

 

 Oh ya, 1 lagi, yang saya omongin, bukan cuma teori. 2 tower, 300 kamar, Hotel Siti Bandara, dah berdiri. Tinggal rampungnya aja.

Konsep Indonesia Berjamaah, tinggal digedein aja. Contohnya udah ada. Udah kebukti. Bismillaah daaah… Jika yang mimpin presiden, jadi beda.

Kalo perlu, Pak Jokowi dan menteri-menteri kabinet yang baru, liat-liat Hotel Siti Bandara. Asli. udah berdiri. Tinggal ngegelindingnya aja.

Pengen banget, Indonesia Berjamaah, Ekonomi Gotong Royong, ekonomi asli Indonesia, dipimpin langsung sama Presiden. Wuah. Seminggu kelar dah.

Eh eh eh, nambah-nambah mulu nih twitnya. Ga mandi-mandi, ha ha ha. Dah ditegor bini, he he he. Siap. Siap. Mandi dulu… Pamiiiiittt…